Meski rasa ini terus menyelubungi hati ini namun Ridha Allah lah
yang penting diatas segala-galanya.
Pulang sekolah aku pun berjalan dengan perasaan yang Amat sangat
bahagia.
Sembari bersalaman aku pun
memberitahu hal ini dengan emak dan abah
"Assalamualaikum abah, emak alhamdulillah liat mak aku dapet beasiswa untuk lanjutin kuliahku di jurusan agama"
"Assalamualaikum abah, emak alhamdulillah liat mak aku dapet beasiswa untuk lanjutin kuliahku di jurusan agama"
"Alhamdulillah, abah dan ema
senang sekali nak, semoga kamu bisa mraih apa yang kamu cita2 kan ya nak, ema
dan abah ridho dengan apapun ini.. Semangat anakusayang" degup hati abah
dan emak bahagia sambil memeluk aku
Bismillahirrahmanirrahim Aku pun
Berangkat ke kota jakarta untuk kuliahku disana dengan dibekali tekad yang kuat
dan Ridho ema dan abah insha Allah. Allah pun ridha denganku.
1 bulan sudah aku belajar di
universitas ini dan tinggal di kota metropolitan ini,banyak pengalaman dan
pelajaran yang aku dapat disini salahsatunya adalah kemandirian karena jauh
dari orng tua. Tetapi ada seseorang yang menyeludup ke dalam hatiku
"Dri, salam kenal. Aku azam
" menjulurkan tanganya hendak bersalaman denganku tetapi aku bersalaman
jauh karena sudah tau hukum islam melarang bersalaman dengan non mahrom
"Ohya, salam kenal juga kamu sudah mengetahui namaku
terlebih dahulu?" Kerut dahi Anehku masa baru saja 1 bulan dan aku belum
pernah bertemu dengan nya
Dia menujukan beberapa buah buku
" nih katanya ini buku kamu kemarin tertinggal di kantin, karena itu aku
mengetahui nama kamu dari rina temanmu"
"Ohya terimakasih ikhwan
baik sekali"senyumpun keluar dari bibirku
"Aku pamit dulu
ya,assalamualaikum"
"Waalaikum salam dri"
Berbulan-bulan dan hampir 1 tahun
genap aku kuliah disini aku sangat rindu dengan ema dan abah di kampung hati
ini begitu rindu ingin bersamanya kembali,tetapi aku harus tetap semangat
berjuang untuk mereka lillahi ta'ala...
Tak hanya kemulusan dan pasti di hidup ini banyak ujian yang tak bisa dipungkiri dan memang itu sudah takdir Allah,untuk umatnya itu wajar,karena untuk mengetahui seberapa taqwa seorang hamba dengan sang ilahi,Termasuk saat ini aku sedang dilanda dengan hati yang berkecamuk
Tak hanya kemulusan dan pasti di hidup ini banyak ujian yang tak bisa dipungkiri dan memang itu sudah takdir Allah,untuk umatnya itu wajar,karena untuk mengetahui seberapa taqwa seorang hamba dengan sang ilahi,Termasuk saat ini aku sedang dilanda dengan hati yang berkecamuk
"Dri, boleh ngomong
sesuatu,tapi kamu jangan marah ya" sejuknya pagi hari dengan disajikan
tehh hangat di kantin membicarakan sesuatu kepadaku
"Silahkan." Senyum
penasaranku
"Sejak berbulan-bulan
mungkin kamu gatau perasaan aku bagaimana, mengenalmu seperti nya hal yang
terindah yang baru aku rasakan selama ini.. Aku jatuh cinta kepadamu dri dan
ingin hidup bersamamu, Maukah kamu menikah denganku dan menerimaku menjadi
pendamping hidupmu??"
Terseok-seok angin menghampiriku, degup jantungku makin kencang, aku gugup entah tak bisa bicara karena aku pun punya perasaan yang sama kepada azam, tetapi pula aku ingat pesan abah dan ema disini hanya untuk belajar dan lagipula aku belumm menyelesaikan s1 ku.
Terseok-seok angin menghampiriku, degup jantungku makin kencang, aku gugup entah tak bisa bicara karena aku pun punya perasaan yang sama kepada azam, tetapi pula aku ingat pesan abah dan ema disini hanya untuk belajar dan lagipula aku belumm menyelesaikan s1 ku.
"Mohon maaf zam., aku hanya
ingin mematuhi perintah kedua orangtuaku untuk sekedar belajar dan menimba ilmu
disini,tak macam-macam lagipula sebentar lagi aku menyelesaikan skripsiku,
silahkan tinggalkan aku pergi" dengan tangis dan baik2 aku menolak lamaran
azam aku pun pergi dari kantin
Karena ridho Allah pun ridho orng
tua dan murka Allah pun murka orang tua, aku mengingat salah satu hadits yg
diriwayatkan tirmidzi itu, seolah2 tak guna jika bermacam-macam di kota orang
lain ini apalagi menerima lamaran azam itu.
2 bulan sudah aku menyelesaikan
skripsiku dan alhamdulillah aku pun lulus dengan nilai terbaik di kampus
jurusan agama itu..
"Assalamualaikum... Emaaaa
abahhhh aku pulang," sudah kebiasaan jika aku pulang dengan suara yang
kencang jika dilanda senang seperti orang ingin tawuran heheh
"Mak abah aku lulus dengan
peraih nilai terbaik mak....terimakasih ridhonya ya bah ma" peluk abah ema
dengan cucuran air mata
"Alhamdulillah, kamu jadi
orng yang sukses dan bahagia ema dan abah senang sekali...lanjutkan
perjuangaanmu nak subahanallah "
Di ruang tamu aku berbincang2
dengan ema dan abah, berkumpul seperti inilah momen yang aku rindukan bersama
kedua orang tuaku, ditengah2 perbincangan mengenai kota metropolitan itu aku
membicarakan tentang azam
"Abah emak, aku mau ngomomng...
Di jakarta ada yang melamarku untuk menikah tetapi aku tolak karena aku ingat
pesan ema dan abah kalau di jakarta itu gak boleh macam2 dan tugasnya itu hanya
untuk belajar" ujarku kepada orang tuaku dengan penuh perasaan takut
"Subhanallah alhamdulillah
ema dan abah sngt beruntung mempunyai anak seperti kamu, sungguh sholehah kamu
nak mematuhi perintah kami, sampai2 hati pun dikorbankan untuk menjalankan
pesan abah dan emak" sahut abah dengan sembari mewakili perasaan ema yang
bangga dengan patuhku terhadapnya dan takwanya kepada Allah
"Tapi abah ingin tanya, kamu
cinta tidak kepada ikhwan itu" tanya abah dengan kesungguhan dan aku pun
menjawab"ya bah"
Aku pun pergi ke jakarta untuk
menemui rina sahabatku di kampus,karena dia adalah sahabat sejak pertama kali
kenal sekaligus teman ngekos di kota jakarta ini, alhamdulillah aku dan dia
sudah menyelesaikan skripsi nya secara bersamaan dan dia sudah aku anggap kakak
ku sendiri karena aku banyak belajar dari dia, kami pun menikmati perbincangan
dan tiba2 hatiku teringat pada sahrul dan rina pun menanyakan kepadaku
"Dri, bagaimana dengan
azam?hayo jujur pasti rindu kan ya" ledek dia kepadaku
"Apa mungkin dia masih
menungguku?? Rindu pasti hehe" senyum malu2 ku terpancar dengan kerinduan
hati kepada azam
"Ya masih lahh drii, tengok
saja" rina menghadap pintu luar dan tiba2 azam pun datang
"Aku masih menunggumu karena
aku benar2 mencintaimu, memang menunggu menyakitkan tetapi pertemuan indah
menghilangkan kesakitan ini apalagi melihat senyumu yang indah menawan ditambah
dengan taat di dlm dirimu semakin membuatku ingin hidup bersamamu, Maukan kamu
menikah denganku" degan berdiri tegak di depanku dan memberikan bunga
mawar azam melamarku
"Aku mau..!! Karena Orangtuaku meridhai cinta kita dan
sudah pasti Allah ridha dengan kita "
